Mar
Makan Untuk Kesehatan
Written by Istrinya Aldo on March 13th, 2008
Bukankah Rasulullah telah mengajarkan
Hendaklah engkau makan dengan tangan kanan
Ucaplah basmalah untuk memulainya
Jangan lupakan hamdalah ketika akhirnya
(Nasyid oleh Tashiru)
Apa ya definisi dari makan *yang tahu silakan tunjuk jari dan jelaskan* ? Kegiatannya nggak terlalu rumit siy, bahkan semua orang bisa makan. Dan emang udah naluri kayaknya. Tapi, kalou kita mau tengok-tengok sikit *sok malaysia*, proses makan sampei ke dalam perut trus diolah eh dicerna itu, waaah, subhanallah rumitnya. Aku nggak akan bahas proses pencernaan soalnya nggak ngerti-ngerti banget. Lagian udah lupa, kan itu pelajaran Biologi waktu SMP dulu *halah ngeles*.
Kalou dipikir-pikir pola makan yang kita jalani sekarang kayaknya lebih cenderung ke pola makan yang nggak sehat. Coba aja dicek, mulai dari makan nggak pada waktunya atou telat, porsi nggak sesuai (terlalu sedikit atou terlalu banyak), jenis makanan yang nggak sehat, kandungan gizi nggak seimbang sampei pemilihan menu yang salah.
Telat makan, yang biasanya diderita oleh para mahasiswa atoupun pekerja kantoran yang suka lembur dan males keluar cari makan, berakibat rasa lapar *jelas itu*atou sakit maag. Porsi makan nggak sesuai, kalou terlalu banyak bisa bikin gemuk dan kalou terlalu sedikit juga nggak baik karena bisa-bisa nutrisi yang masuk ke badan kita nggak memenuhi standar kebutuhan. Jenis makanan yang masuk ke perut kita juga sering banget nggak diperhatikan. Sering juga kita makan apa aja yang lagi pengen kita makan saat itu, tanpa pikir-pikir agak panjang dikit. Bahkan lebih sering lagi kalou kita bandel, maksudnya adalah kita udah jelas-jelas tahu kalou makanan itu berpotensi menimbulkan penyakit, tapi kita tetep nekat memakannya. Dan biasanya, makanan enak itu sumber penyakit, misalnya yang pakei dibakar-bakar dulu, fast food, yang banyak MSG-nya atou pengawetnya. Trus lagi, kita sering nggak merhatiin kandungan gizi dalam makanan yang kita makan. Kita mungkin akan mendahulukan enak atou nggak-nya suatu makanan dibanding dengan bergizi atou nggak. Dan seringnya juga, kita salah pilih menu yang berakibat fatal buat jangka panjang. Misalnya, makan makanan ekstra pedes waktu sarapan atoupun makan makanan dengan kandungan lemak yang tinggi di waktu malam, lebih parah lagi kalou nekat makan mangga muda waktu lagi sakit typus, plis dong ah, nggak matching banget gitu.
Katanya sebuah hasil penelitian, penyebab nomer satu dari penyakit pencernaan adalah pola makan yang salah dalam hal jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Maksudnya itu, makan terlalu sedikit atou banyak dan jenis makanannya (termasuk cara memasaknya juga).
Trus gimana cara menyehatkan pola makan kita ? Yang jelas siy, makanlah pada waktunya, jangan sampei telat. Perhatikan berapa kali kita makan. Setidaknya kita perlu makan tiga kali sehari. Lalu, makanlah makanan yang halal dan baik. Ini harus diperhatikan betul-betul.
O, iya niy ! Perhatikan juga cara makan kita. Jangan makan sambil berbaring atou tidur-tiduran apalagi sambil telungkup; kalou makan di meja makan, usahakan posisi badan (dari kepala sampei perut) dalam posisi tegak; makanlah dengan tangan kanan; jangan berbicara saat mulut penuh makanan, kunyah makanan sampei bener-bener lembut; BERDOA sebelum dan sesudahnya.
Kalou begitu, selamat makan ^-^
Baca yang Lain :



siiip, makasih bu!
ya iyalah mbak..makan masak telungkup, kucing kaleeee!
wakakakak…(apalagi sambil ngakak kan mbak…)
weh…tapi kalo makan tepat waktu kaya’nya gak de…
soalny kan Nabi Muhammad SAW melakukan kegiatan sehari makan dan sehari tidak (baca:puasa)…
Assalaamu ‘alaikum. Fertama, ane ngucapin terimakasih dan sembah-sembah atas perkenannya mpok berkunjung ke blog ane yang kumuh serta penuh dengan kesesatan.
Ternyata, agama Islam memang agama yang ajarannya sangat menyeluruh ya mpok. Mulai dari hal yang kecil sampai besar, semuanya diatur, tidak lain agar manusia hidup dalam kebaikan.
Prinsip makan, pada dasarnya sangat sederhana. Yaitu: tidak berlebihan (isrof), halal dan toyyibah.
Tidak berlebihan berarti cukup, tidak kurang tidak lebih. Bahasa kerennya “tawassut”. Seferti yang udah mpok jabarkan di atas. Allah menegaskan, “kuluu wasyrobuu wala tusrifuu”. Makan dan minumlah kalian, dan jangan berlebihan.
Halal, memiliki dua pengertian dalam satu kesatuan yang utuh, yaitu halal yang di makannya secara dzatiah, dan halal cara mendapatkannya secara hukmiyyah.
Toyyibah secara lughawi adalah baik. Penjabaran toyyibah dalam makan atau makanan sangat luas. Yaitu lezat atau enak, sesuai dengan kebutuhan asupan tubuh, bergizi, tidak membahayakan dan tentu saja sehat.
Wah, ane udah sarapan sehat fagi ini di blognya mpok…
Makan ya? Iya ya..makan…
Kalo’ lupa gimana atuh?
Terus kalo’ ada hadist yang bilang makanlah saat lapat dan sudahi sebelum kenyang gimana?
Misalnya udah jam 1 siang tapi belom laper berarti nggak apa2 kl nggak makan?
Terus aja diterusin ampe’ laper…
**Bingung sendiri**
**Aku ngasih pertanyaan apa pernyataan yah??**
itu paragraf terakhir kok jadi kaya pesan2 dari bu guru waktu di TK dl yah heheh
Aku jg punya masalah dg makan nih bu, dah makan segentong *hiperbol*, tetep aja kurus. Gmn yah kepengen gemuk malah jd ngabis-ngabisin sembako dirumah aja nih
Tapi dikau hanya memberiku makan 2x sehari…???
Bakar-bakaran..?? I like it.. (masa sih gak bole)
kok pake nyinggung2 “malaysia” ?? hehehe… jangan diklik ya..!